Saturday, 23 January 2016
SURABAYA UNDERCOVER
Pagi semuanya...
Gimana kabar? Sehat? Sehaaaat! Alhamdulillah...
Kali ini gue akan mengulas traveling gue ke kota yang bernama Surabaya. Kota yang terkenal dengan ikon ikan sura dan buaya nya. Ntah itu nama ikan nya gue rada lupa coy. Hahaha...
Kota yang banyak melahirkan musisi terkenal di Indonesia ini memang sangat fenomenal. Dari kuliner maupun wisata nya. Dan disini gue bakal mengulas sedikit hal yang lebih mendetail mengenai Surabaya lewat sudut pandang anak muda.
Apa yang bisa lo inget selain hal diatas mengenai Surabaya? Oke, fix... GANG DOLEE!
Tapi sayang guys, kali ini mau gue bahas pun, tempat itu sudah tidak ada. Hmmm... Padahal itu tempat favorit kita semua para pria. Hahaha...
Oke, langsung aja.
Surabaya adalah kotanya para anak metal. Dari trash metal, hardcore, underground, disini semua lengkap deh. Intinya kota para musisi garis keras!
Hal ini mengingatkan gue berkenalan dengan anak surabaya, rata - rata mereka penyuka musik - musik keras. Dan gue denger - denger disana banyak wadah untuk komunitas itu. Dari event, konser, sampai festivalnya para shredder, di kota ini lah tempatnya.
Selain musik, kota ini menurut gue gak terlalu banyak wisata budaya. Gue lebih melihat Surabaya ini agak mirip dengan Jakarta. Yak, Surabaya itu kota besar coy!
Dari mall sampe perumahan elit disini lah tempatnya, otomatis biaya hidup disini kalian udah bisa nebak.
Secara iklim, kota ini cukup panas. Tapi lebih panas Jogja sih, menurut gue.
Angkutan umum disini cukup oke sih. Hampir sama kaya Jakarta. Gue bahkan lebih seneng nyebut Surabaya ini Jakarta kedua. Lu bisa cari angkot, bus, taksi ada dimana - mana dan bisa anter lo kemana - mana., tentu dengan harga yang relatif sama dengan Jakarta.
Kalo kuliner, disini sih menurut gue lebih ke restoran mahal dan elit sih ramenya. Mungkin karena gue belum ngubek ngubek Surabaya terlalu banyak. Hehehe... Pokoknya intinya hidup disini cukup merogoh gocek agak dalam deh!
Surabaya terkenal dengan istilah 'Jancukan', yang disana bahasa tersebut gak bisa dikategorikan sebagai bahasa kasar lagi, berbeda dengan wilayah jawa yang lain. Mungkin kalau kita di Jakarta sama kaya 'Njing, nyet, dll" kali ya. Jadi, omongan yang gue dapet dari orang Surabaya, 'jancuk' itu bukan hal yang tabu untuk disebutkan di pergaulan.
Dari wacana diatas, secara psikologi ini juga bisa dilihat dari karakter orang Surabaya atau Jawa Timur yang rada keras dan apa adanya.
Selama gue disini sih, jujur aja pelayanan yang ramah baik dari supir taksi sampe penjaga warung gak pernah gue temuin. Terkecuali tempat - tempat elit yang memiliki pelayanan standar. Jadi, buat lo yang mau berkunjung disini, harus siap - siap mental dengan perlakuan orang Surabaya. Hehehehe...
Ini gue liat ada sedikit kemiripan dengan Rusia, dimana disana istilah ramah tamah itu gak pernah ada. Tapi ya gak separah itu juga sih, Ehe...
So far sih, Surabaya cukup berpotensi untuk dijadiin tempat wisata buat lo yang pencinta hedonistik. Disini keren dan cewek nya cakep cakep! Hahahaha. Bahkan gue sengaja kesini buat nyari cewek, dan Alhamdulillah tunangan gue sekarang orang Surabaya.
Tapi lebih keren lagi kalo lo berencana ke Surabaya untuk merantau, karena disini cukup bagus buat mengasah diri. Buat penyuka tantangan dan pengen jadi orang sukses, dateng aja ke Surabaya. Karena Surabaya sudah dihitung sebagai kota besar, jadi potensi untuk membuka bisnis disini sangat bagus.
Buat yang ingin mencari pekerjaan, tentu disini juga sangat potensi mengingat UMR yang ditawarkan di daerah ini cukup tinggi.
Lokasi: Indonesia
Surabaya, Surabaya City, East Java, Indonesia
YOGYAKARTA UNDERCOVER
Gue cukup lama hidup dikota ini. Kota yang kata orang penuh budaya di setiap sudut kotanya, kota yang nyaman dan damai. hmm... menurut gue sih, bener. Tapi...
Loh, ada tapinya? Iya dong.
Kenapa? Menurut survey mengatakan kalo kriminalitas lebih besar terjadi di Yogyakarta daripada di Jakarta. Kok bisa? Gue juga gak tau.
Gue sih bisa kasih sedikit tanggepan mengenai hal yang mengejutkan ini.
Mungkin bisa dikaitkan dengan beberapa kasus mengenai prostitusi yang dilegalkan di kota ini, dan beberapa kasus rasisme yang tak kunjung habis di kota ini. Gue gak bisa bahas disini terkait kasus rasisme yang ada di kota ini. Mungkin bagi pembaca yang sudah tau mending diem aja, karena kita satu nusa satu bangsa. Oke, sepakat!
Diluar itu semua, Jogja kota yang asik. Dimana lo bisa nemuin banyak kuliner disini dari berbagai style sampai ke masakan nusantara. Apalagi dengan harga yang luar biasa terjangkau. Mungkin karena faktor kota ini adalah kota pelajar yang didominasi oleh perantau dari luar daerah yang ingin menuntut ilmu di kota ini.
Selain itu juga disini lengkap dengan wisata yang modern maupun budaya. Apalagi kalo bahas - bahas budaya, pariwisata di kota ini sangat mengedepankan tradisi dan budaya yang kental.
Selain itu modernitas seperti mall ataupun pusat - pusat perbelanjaan juga menyandingkan budaya khas jogja. Pokoknya asik deh, disini buat ajang pamer di timeline gak cukup dengan beberapa hastag.
Bahas penginapan dan kos-kosan, disini adalah surganya kalian para kawula muda. Hahahaha...
Kenapa gue bisa bilang begitu? Gak munafik kita semua butuh penginapan dan kos yang bebas bukan? Yak disini jawabannya. Lu bisa nemuin tempat seperti ini dimana aja, tergantung dari cara lu mensiasati. Ada sih yang rada ketat, seperti gak boleh bawa pasangan atau teman lawan jenis kekamar, tapi itu semua balik ke improvisasi lo masing - masing.
Kalo gue sih sejauh ini aman - aman aja tuh. Selama lo gak coba - coba narkoba atau minuman keras, apalagi BOM. Jangan coba - coba, karena lo bisa berurusan langsung dengan aparat, bukan ibu kos lagi.
Dan lagi, selain biaya penginapan dan kos yang murah luar biasa, disini biaya hidup juga luar biasa muraaaaah. Contohnya pada tahun 2014-2015 gue sebulan cukup dengan 2.000.000 rupiah sebulan udah sangat boros disana. Itu udah termasuk laundry dan biaya kenakalan. Murah banget kan??
Oke, gausah berlama - lama memuji. Yogyakarta juga punya sisi gak asik nya.
Yang pertama iklim disini panas. Kalo lo jalan - jalan keluar tengah hari, gue jamin lo balik - balik bakal keling kalo gak pake penutup badan kaya jaket, sweater, dll. Dan kalo di penginapan, kalo lu ga punya pendingin ruangan kaya kipas atau AC, silahkan lu bisa Spa dikamar, gratis lagi.
Begitu luar biasa nya gue gambarin tentang iklim di Jogja.
Yang kedua, kalo mau cari kendaraan umum buat keliling kota, jangan pernah tanya Yogyakarta, ribet! Disini gue sih ingetin aja, kalo ke Jogja mending punya kendaraan pribadi, atau nyewa kalo gak punya.
Di Jogja gak ada angkot, adanya delman sama becak, paling Transjogja, dan itupun gak semua rute ada. Kalo mau sewa taksi, gue jamin disini lebih mahal dari Jakarta. Jogja apa - apa memang murah, tapi pengecualian buat taksi ya.
Yang terakhir, Jogja itu terlalu nyaman. Itu gak baik buat kalian yang pengen bener - bener sukses, Saran gue yang terakhir ini bener - bener serius loh.
Kalo cuma buat nimba ilmu dan kreatifitas memang di Jogja tempatnya, tapi engga kalo buat cari duit. Disana bukan tempat lo yang pada pengen kaya. Pengen kaya ya ke Jakarta atau Surabaya. Disana kota yang prefer bagi gue buat bertemu rival yang sepadan. Buat yang hobi bisnis, lebih baik disini jadikan saja media untuk beajar atau simulasi. Eksekusi ya ke kota besar atau kota berkembang.
Yogyakarta kota yang nyaman. Tempat wisata terbaik adalah tempat yang nyaman, jadi jangan pernah rusak kenyamanan Yogyakarta. Oke!
Label:
Life,
Love,
Traveling,
Undercover,
Yogyakarta
Lokasi: Indonesia
Yogyakarta, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta, Indonesia
Wednesday, 20 January 2016
JAKARTA UNDERCOVER
Halo semua...
Siapa diantara kalian yang gak tau Jakarta? Kecuali kalian orang Malaysia. Disini kita akan membahas sedikit tentang Jakarta, atau pengalaman gue yang hidup disini.
Setelah wisuda disalah satu universitas terkemuka di Jakarta, gue kembali kekampung, kota Padang. Dan beberapa bulan di Padang, gue pun bertekad melanglang buana keliling pulau Jawa, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta.
Yak, gue berakhir di kota kelam ini. Gak tau kenapa akhirnya gue memutuskan untuk berdomisili dan tinggal disini. Kota dimana semua umat manusia di Indonesia mencari penghidupan.
Sebenernya susah - susah gampang sih tinggal di Jakarta. Bener gak? Dibilang enak ya enak, dibilang gak enak ya ada gak enaknya juga. Intinya sih, LU GAK BISA IDUP DISINI KALO GAK ADA UANG. Nah itu dia kesimpulannya.
Jakarta berisi manusia dari seluruh nusantara. Yang pribuminnya ada Betawi. Bahkan boleh dibilang Betawi gak terlalu mendominasi disini. Karna menurut survey, dari 10 Penduduk Jakarta Betawi nya cuma 1. Selebihnya Cina, Jawa, Batak, Padang, dll.
Tentu perihal tersebut menjadi pertimbangan juga dong, betapa banyaknya saingan lo untuk bertahan hidup disini. Jakarta itu lebih kejam dari ibu tiri, sebenernya gak juga. Gue sih lebih prefer nyebut Jakarta itu kaya hutan. Disini yang kuat lah yang menang.
Kuat dalam artian gak mesti fisik, lu jago silat dll. Disini justru gak guna. Disini bukan cuma otak aja, tapi politik. Baik dalam lingkungan masyarakat ataupun kerja. Jadi harus pinter-pinter idup disini, Jakarta itu adalah kota sejuta siasat.
Kota dimana lu akan belajar banyak mengenai apa itu nilai kehidupan. Dimana lo bakal tau mana yang temen mana yang musuh. Dimana lo bisa ngerti mana yang bener mana yang salah. Kembali ke elu milih jalan apa buat hidup disini.
Disini semua ada, lu mau apa aja juga ada. Saran gue kalo lo banyak duit, lo coba di Jakarta deh. Yakin itu duit gak akan cukup buat ngecoba apapun yang ada disini. Itu duit gak akan cukup buat masuk ke Jakarta sampe kedalem dalemnya.
Siapa diantara kalian yang gak tau Jakarta? Kecuali kalian orang Malaysia. Disini kita akan membahas sedikit tentang Jakarta, atau pengalaman gue yang hidup disini.
Setelah wisuda disalah satu universitas terkemuka di Jakarta, gue kembali kekampung, kota Padang. Dan beberapa bulan di Padang, gue pun bertekad melanglang buana keliling pulau Jawa, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta.
Yak, gue berakhir di kota kelam ini. Gak tau kenapa akhirnya gue memutuskan untuk berdomisili dan tinggal disini. Kota dimana semua umat manusia di Indonesia mencari penghidupan.
Sebenernya susah - susah gampang sih tinggal di Jakarta. Bener gak? Dibilang enak ya enak, dibilang gak enak ya ada gak enaknya juga. Intinya sih, LU GAK BISA IDUP DISINI KALO GAK ADA UANG. Nah itu dia kesimpulannya.
Jakarta berisi manusia dari seluruh nusantara. Yang pribuminnya ada Betawi. Bahkan boleh dibilang Betawi gak terlalu mendominasi disini. Karna menurut survey, dari 10 Penduduk Jakarta Betawi nya cuma 1. Selebihnya Cina, Jawa, Batak, Padang, dll.
Tentu perihal tersebut menjadi pertimbangan juga dong, betapa banyaknya saingan lo untuk bertahan hidup disini. Jakarta itu lebih kejam dari ibu tiri, sebenernya gak juga. Gue sih lebih prefer nyebut Jakarta itu kaya hutan. Disini yang kuat lah yang menang.
Kuat dalam artian gak mesti fisik, lu jago silat dll. Disini justru gak guna. Disini bukan cuma otak aja, tapi politik. Baik dalam lingkungan masyarakat ataupun kerja. Jadi harus pinter-pinter idup disini, Jakarta itu adalah kota sejuta siasat.
Kota dimana lu akan belajar banyak mengenai apa itu nilai kehidupan. Dimana lo bakal tau mana yang temen mana yang musuh. Dimana lo bisa ngerti mana yang bener mana yang salah. Kembali ke elu milih jalan apa buat hidup disini.
Disini semua ada, lu mau apa aja juga ada. Saran gue kalo lo banyak duit, lo coba di Jakarta deh. Yakin itu duit gak akan cukup buat ngecoba apapun yang ada disini. Itu duit gak akan cukup buat masuk ke Jakarta sampe kedalem dalemnya.
Label:
Jakarta,
Life,
lifestyle,
Traveling,
Undercover
Lokasi: Indonesia
Jakarta, Special Capital Region of Jakarta, Indonesia
INTRO
Gue gak tau harus mulai darimana kekonyolan ini. Yak, ini konyol... kenapa? Karena disini mau gak mau gue harus mengakui blog ini bukan karena dar sebuah inisiatif terbesar dari diri gue. Semua ini karena "Kebanyakan orang tenar dari Blog?".
So, gue juga ga mau ketinggalan dong. Gue juga pengen tenar loh...
Oke, tanpa berbasa - basi. Gue juga bukan tipe orang yang sabaran. Gue akan mulai kekonyolan ini. Semoga gak akan garing buat kalian semua. Jujur aja sebenernya gue gak bisa memulai untuk banyol lewat tulisan.
Nama gue Muhammad Fuad. Gue lebih suka dipanggil Adit. Gausah tanya kenapa, panggil aja Adit. Deal?
Gue hmmm... gue ganteng, menurut versi gue. Dan jangan pernah memulai perdebatan akan hal ini, gak akan ada gunanya. Gue yakin gak ada insan manusia yang gak memuji dirinya sendiri. Munafek, musrik, masuk neraka.
Sebenernya gue gak tahu harus membuat konten blog ini harus berisi apa. Traveling, jurnal, kuliner, atau banyolan gak jelas? Oke, kali ini kita sepakat aja kalo INOVATIONMAN ini isinya RANDOM! Berisi tentang tulisan kegilaan seorang anak muda yang bakal tua ditelan jaman. Berisi tentang keseharian gue yang gak terlalu penting.
Oiya, jangan anggep ini diary. Ini cuma ulah tangan gue yang pengen belajar nulis di Blog.
Oke salam buat kalian, kalian semua ganteng!
Subscribe to:
Posts (Atom)





