Saturday, 23 January 2016
YOGYAKARTA UNDERCOVER
Gue cukup lama hidup dikota ini. Kota yang kata orang penuh budaya di setiap sudut kotanya, kota yang nyaman dan damai. hmm... menurut gue sih, bener. Tapi...
Loh, ada tapinya? Iya dong.
Kenapa? Menurut survey mengatakan kalo kriminalitas lebih besar terjadi di Yogyakarta daripada di Jakarta. Kok bisa? Gue juga gak tau.
Gue sih bisa kasih sedikit tanggepan mengenai hal yang mengejutkan ini.
Mungkin bisa dikaitkan dengan beberapa kasus mengenai prostitusi yang dilegalkan di kota ini, dan beberapa kasus rasisme yang tak kunjung habis di kota ini. Gue gak bisa bahas disini terkait kasus rasisme yang ada di kota ini. Mungkin bagi pembaca yang sudah tau mending diem aja, karena kita satu nusa satu bangsa. Oke, sepakat!
Diluar itu semua, Jogja kota yang asik. Dimana lo bisa nemuin banyak kuliner disini dari berbagai style sampai ke masakan nusantara. Apalagi dengan harga yang luar biasa terjangkau. Mungkin karena faktor kota ini adalah kota pelajar yang didominasi oleh perantau dari luar daerah yang ingin menuntut ilmu di kota ini.
Selain itu juga disini lengkap dengan wisata yang modern maupun budaya. Apalagi kalo bahas - bahas budaya, pariwisata di kota ini sangat mengedepankan tradisi dan budaya yang kental.
Selain itu modernitas seperti mall ataupun pusat - pusat perbelanjaan juga menyandingkan budaya khas jogja. Pokoknya asik deh, disini buat ajang pamer di timeline gak cukup dengan beberapa hastag.
Bahas penginapan dan kos-kosan, disini adalah surganya kalian para kawula muda. Hahahaha...
Kenapa gue bisa bilang begitu? Gak munafik kita semua butuh penginapan dan kos yang bebas bukan? Yak disini jawabannya. Lu bisa nemuin tempat seperti ini dimana aja, tergantung dari cara lu mensiasati. Ada sih yang rada ketat, seperti gak boleh bawa pasangan atau teman lawan jenis kekamar, tapi itu semua balik ke improvisasi lo masing - masing.
Kalo gue sih sejauh ini aman - aman aja tuh. Selama lo gak coba - coba narkoba atau minuman keras, apalagi BOM. Jangan coba - coba, karena lo bisa berurusan langsung dengan aparat, bukan ibu kos lagi.
Dan lagi, selain biaya penginapan dan kos yang murah luar biasa, disini biaya hidup juga luar biasa muraaaaah. Contohnya pada tahun 2014-2015 gue sebulan cukup dengan 2.000.000 rupiah sebulan udah sangat boros disana. Itu udah termasuk laundry dan biaya kenakalan. Murah banget kan??
Oke, gausah berlama - lama memuji. Yogyakarta juga punya sisi gak asik nya.
Yang pertama iklim disini panas. Kalo lo jalan - jalan keluar tengah hari, gue jamin lo balik - balik bakal keling kalo gak pake penutup badan kaya jaket, sweater, dll. Dan kalo di penginapan, kalo lu ga punya pendingin ruangan kaya kipas atau AC, silahkan lu bisa Spa dikamar, gratis lagi.
Begitu luar biasa nya gue gambarin tentang iklim di Jogja.
Yang kedua, kalo mau cari kendaraan umum buat keliling kota, jangan pernah tanya Yogyakarta, ribet! Disini gue sih ingetin aja, kalo ke Jogja mending punya kendaraan pribadi, atau nyewa kalo gak punya.
Di Jogja gak ada angkot, adanya delman sama becak, paling Transjogja, dan itupun gak semua rute ada. Kalo mau sewa taksi, gue jamin disini lebih mahal dari Jakarta. Jogja apa - apa memang murah, tapi pengecualian buat taksi ya.
Yang terakhir, Jogja itu terlalu nyaman. Itu gak baik buat kalian yang pengen bener - bener sukses, Saran gue yang terakhir ini bener - bener serius loh.
Kalo cuma buat nimba ilmu dan kreatifitas memang di Jogja tempatnya, tapi engga kalo buat cari duit. Disana bukan tempat lo yang pada pengen kaya. Pengen kaya ya ke Jakarta atau Surabaya. Disana kota yang prefer bagi gue buat bertemu rival yang sepadan. Buat yang hobi bisnis, lebih baik disini jadikan saja media untuk beajar atau simulasi. Eksekusi ya ke kota besar atau kota berkembang.
Yogyakarta kota yang nyaman. Tempat wisata terbaik adalah tempat yang nyaman, jadi jangan pernah rusak kenyamanan Yogyakarta. Oke!
Label:
Life,
Love,
Traveling,
Undercover,
Yogyakarta
Lokasi: Indonesia
Yogyakarta, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta, Indonesia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment